Monday, August 22, 2005

Reality show apa showing reality enaknya yah


Semakin maraknya siaran di tv yang mengatakan mereka itu menyiarkan acara reality show. Tapi sebenernya reality yang seperti apa yang sudah mereka perlihatkan. Apakah reality ato keadaan mereka yang sebenernya, ato sekedar karangan semata.

Mungkin yang di perlihatkan itu yang sebenarnya, keadaan yang benar tentang orang ato tokoh yang sedang di perlihatkan. Tentunya dengan sedikit bumbu di sana sini.

Bumbu di sana sini, hal yang perlu dalam sebuah acara televisi. Bumbu merupakan bahan yang bisa membuat enak suatu masakan, begitu pula dengan acara tv, bumbu bisa meningkatkan rasa dari program ato acara televisi itu sendiri. Tanpa adanya bumbu tersebut mungkin akan terasa hambar dan kurang greget. Tanpa ada tangisan air mata itu ko rasanya kurang mengharukan.

Tangisan air mata, yah sebenernya dalam setiap reality show hal yang selalu ingin di tampakan itu adalah adegan teharu dimana orang itu senang ketika mendapatkan sesuatu. Ketika mendapatkan uang pasti akan nangis, ketika di kasih ongkos pasti akan nangis, ketika di pertemukan dengan orang kesayangan mereka itu juga akan menangis. Itu sama aja dengan menjual air mata.

Mungkin gw aga terlambat nulis tentang ini, karena dah ada banyak tulisan tentang reality show seperti ini. Tapi gw lagi pengen aja nulis tentang hal yang sedang n masih gw pikirin ini. Kenapa juga hal seperti itu menjadi bahan untuk di jual.

Dan yang semakin parah lagi, hampir semua saluran televisi menampilkan hal yang sama. Menjual air mata. Sifat latah di masyarakat kita, tapi lebih suka di bilang membudayakan. (^_^)

No comments: