Friday, July 04, 2008

Sabar Yah Indonesia

Indonesia harusnya bisa bersabar lebih lama lagi, belakangan ini semakin banyak kejadian kalo kita lihat berita di koran tipi, radio semuanya pasti membahas hal yang sama dan sama dan sama. Seperti Menteri, maupun mantan, dan DPR yang ber-korupsi-ria, lalu juga ada berita masalah kenaikan harga BBM yang tiap bulannya terus mengalami kenaikan. Ini gw rasain sendiri karena gw pake pertamax n tiap tanggal 1 katanya bakalan naik terus. Hiks.. hiks..

Ocey gw sebenernya mo ngomongin masalah Indonesia yang harusnya bisa bersabar lebih lama lagi. Kita ini baru saja menyatakan kemerdekaan sekitar 62 tahun yang lalu.bisa dibilang kita ini masih muda sekali untuk umur seorang negara yang tinggal di bumi. Pasti muncul pertanyaan kenapa Singapura bisa berkembang, lah iya lah mereka negara yang kecil dan lebih fokus mengembangkan perkembangan finansial negaranya. Untuk keamanan negara mereka memangnya punya apa? Daerah yang perlu mereka lindungi dari negara lain itu tidak seluas dan sebanyak yang ada di Indonesia.

Ambil contoh negara Amerika untuk bisa berkembang menciptakan bom atom, yang bukan di buat oleh orang amrik sendiri, pada tahun 1945 saja butuh beberapa ratus tahun sejak menyatakan kemerdekaan mereka dari koloni Inggris. Setelah selesai perang kemerdekaan, mereka masih ada perang saudara. Walaupun harusnya saudara tidak berperang, mereka bertarung antara Utara dan Selatan. Selesai perang ini mereka baru menyatakan akan bersatu.

Kitapun harusnya bisa lebih bersabar lagi, dan jangan terburu-buru untuk mau mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cepat.juga jangan sampai kita itu terlalu egois, ada baiknya kita itu terus mendukung negara kita agar bisa lebih maju. Emangnya kita udah berbuat sejauh apa untuk negara ini agar bisa menjadi lebih baik lagi. Apa udah kita membuang sampah pada tempatnya. Apa sudah kita memberikan hak orang lain dari harta kita. Lah kitakan orang miskin gimana bisa memberi untuk orang lain, sedekah itu bukan dalam bentuk uang saja. senyumpun sudah merupakan sedekah, membuat orang lain dengan perbuatan kita juga sebenarnya sudah merupakan sedekah.

Berita yang mengatakan adanya makanan yang basi dijual harusnya membuat kita bisa berbuat lebih dan bisa mensyukuri, bukannya justru menjadikan kita miris bahwa kita ini menjadi lebih miskin lagi. Gw masih teringat sebuah kisah Rasul sewaktu dia mampir kesebuah kota. Beliau memberi peringatan jangan sampai ada orang miskin yang masuk kedalam kota tempat dia singgah sekarang. Memang para sahabatnya melakukan perintah yang di sampaikan namun sayangnya salah pengertian. Ketika di periksa oleh Beliau, ternyata para sahabat mengusir para orang miskin agar tidak masuk kedalam kota. Rasulpun akhirnya menegur, bukan seperti itu yang dimaksud. Jangan sampai ada orang miskin yang masuk kekota maksudnya adalah jangan sampai para pengemis dan dhuafa masuk kota dalam menjadi pengemis, tapi berikan mereka cukup uang dan pakaian yang layak agar tidak miskin lagi.

No comments: